Jakarta, 29 Mei 2026- Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat lonjakan minat investor terhadap proyek pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) hingga empat kali lipat dibandingkan periode sebelumnya. Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi menyampaikan bahwa antusiasme ini terlihat dari banyaknya proposal yang masuk dari berbagai pihak, baik dalam negeri maupun luar negeri.
Investor asing yang berminat berasal dari berbagai negara dengan latar belakang teknologi yang beragam, termasuk dari Jepang, Korea Selatan, Eropa, dan Tiongkok. Keberagaman asal investor ini menunjukkan bahwa proyek PLTSa di Indonesia dinilai memiliki prospek bisnis yang menjanjikan sekaligus menjadi solusi permasalahan pengelolaan sampah di kota-kota besar Indonesia.
Lonjakan minat ini didorong oleh sejumlah faktor, di antaranya kebijakan pemerintah yang semakin mendukung pengembangan energi terbarukan serta regulasi terkait pengelolaan sampah yang mengamanatkan pengurangan volume sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA). Selain itu, skema harga listrik dan insentif fiskal yang ditawarkan pemerintah turut menjadi daya tarik bagi para investor untuk masuk ke sektor ini.
Proyek PLTSa menjadi bagian penting dari strategi Indonesia dalam mencapai target bauran energi terbarukan serta mengatasi krisis pengelolaan sampah perkotaan. Beberapa kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Makassar telah menjadi lokasi prioritas pengembangan PLTSa karena volume timbulan sampah yang sangat tinggi dan kebutuhan akan solusi pengelolaan yang berkelanjutan.
Meskipun minat investor melonjak signifikan, pemerintah tetap menekankan pentingnya seleksi ketat terhadap teknologi yang akan digunakan agar memenuhi standar emisi dan ramah lingkungan. Pemerintah juga memastikan bahwa proyek-proyek PLTSa yang dikembangkan harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar, baik dari sisi pengurangan volume sampah, penyediaan energi listrik, maupun penciptaan lapangan kerja baru di sektor ekonomi hijau.




